Menhub dan Menko PMK Tinjau Pelabuhan Merak, Pastikan Kesiapan Angkutan Mudik Lebaran 2026

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meninjau langsung Pelabuhan Merak pada Jumat (13/3)/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:27:05 WIB

KABARDARING.ID – Pemerintah memastikan kesiapan sarana dan prasarana penyeberangan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hal tersebut ditegaskan saat Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meninjau langsung Pelabuhan Merak pada Jumat (13/3).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pelabuhan penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera dalam menghadapi lonjakan pemudik.

Menhub Dudy menyampaikan bahwa fasilitas dan sistem pelayanan penyeberangan tahun ini dinilai lebih siap dibandingkan periode mudik sebelumnya. Pemerintah juga menambah jumlah kapal serta mengoptimalkan sejumlah pelabuhan guna mengurai kepadatan kendaraan menuju Sumatera.

“Pada masa angkutan Lebaran 2026 akan disiapkan empat pelabuhan penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera dengan jumlah kapal yang lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Harapannya arus kendaraan menuju Sumatera dapat lebih lancar,” ujar Dudy.

Kementerian Perhubungan menyiapkan empat jalur penyeberangan utama, yakni Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, serta BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu. Selain itu, pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang disiapkan sebagai jalur alternatif apabila terjadi lonjakan arus kendaraan.

Untuk mengantisipasi kepadatan, sejumlah titik buffer zone juga disiapkan di sekitar kawasan pelabuhan dan jalur menuju Merak. Di antaranya area parkir Munic Line dan Cikuasa Atas di jalur arteri, serta rest area KM 13A, KM 43A, dan KM 68A di jalan tol.

Menhub memperkirakan puncak arus mudik di penyeberangan Merak akan terjadi pada 18 Maret 2026. Meski demikian, potensi lonjakan kendaraan diperkirakan sudah mulai terlihat sejak akhir pekan ini hingga 15 Maret.

Untuk mengatur lalu lintas kendaraan dan distribusi penyeberangan, pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembagian pelabuhan berdasarkan sumbu serta golongan kendaraan.

“Kami berharap pelaksanaan aturan ini dilakukan dengan komitmen dan disiplin oleh semua pihak sehingga arus mudik dapat berjalan lancar,” tambahnya.

Menhub juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Merak agar memantau informasi resmi terkait kondisi lalu lintas dan jadwal penyeberangan agar perjalanan lebih terencana.

Sementara itu, Menko PMK Pratikno berharap arus mudik dapat tersebar dalam beberapa hari sehingga tidak menumpuk pada satu waktu. Hal ini dimungkinkan karena adanya periode libur panjang yang mencakup akhir pekan, kebijakan work from anywhere (WFA), cuti bersama, serta perayaan hari besar keagamaan.

“Dengan rentang waktu libur yang cukup panjang, kami berharap distribusi arus mudik dan arus balik dapat lebih merata,” ujarnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Agus Subiyanto. ***

Reporter: Redaksi