Ruang Udara Ditutup, Jemaah Umrah Indonesia Berisiko Tertahan di Saudi

Jemaah Umrah di Bandara Arab Saudi/Istimewa
Penulis: Redaksi
Senin, 02 Maret 2026 | 01:33:32 WIB

KABARDARING.ID – Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat berdampak pada sektor penerbangan di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara menutup ruang udara mereka, yang berimbas pada jadwal penerbangan, termasuk bagi jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi.

Meski situasi regional memanas, pemerintah memastikan kondisi di wilayah Arab Saudi tetap aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat dilaporkan berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan setempat.

Potensi Keterlambatan dan Jemaah Tertahan

Beberapa negara di sekitar Arab Saudi seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah dilaporkan menutup ruang udara untuk sementara waktu. Penutupan ini berdampak pada lalu lintas penerbangan internasional, baik kedatangan maupun keberangkatan.

Sementara itu, negara seperti Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status siaga.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan hingga pembatalan penerbangan. Akibatnya, sejumlah jemaah umrah Indonesia berisiko tertahan (stranded) di bandara sambil menunggu kepastian jadwal keberangkatan.

KUH Jeddah Bentuk Tiga Tim Siaga

Mengantisipasi dampak yang lebih luas, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah bergerak cepat. Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyatakan pihaknya telah membentuk tiga tim siaga yang bekerja dalam tiga shift.

Tim tersebut ditempatkan di tiga titik utama bandara di Jeddah, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini dilakukan guna memastikan pendampingan dan koordinasi bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan berjalan optimal.

Selain siaga di bandara, KUH Jeddah juga menjalin komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, penyelenggara travel umrah, serta syarikah (mitra lokal di Arab Saudi) untuk mencari solusi terbaik bagi jemaah yang mengalami penundaan kepulangan.

Imbauan KBRI Riyadh

Sementara itu, KBRI Riyadh mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi perkembangan situasi kawasan.

WNI diminta untuk Memantau informasi resmi dari otoritas setempat, mengikuti arahan dari perwakilan RI, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus melakukan pemantauan intensif serta koordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah tetap terjaga.

Meski konflik Iran–Israel yang melibatkan Amerika Serikat memicu ketidakpastian regional, hingga saat ini situasi di Arab Saudi dilaporkan tetap kondusif. Pemerintah menegaskan berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk mengantisipasi kemungkinan pembatalan penerbangan lanjutan.

Masyarakat di Tanah Air juga diimbau tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi pemerintah agar tidak terjebak kabar simpang siur.***

Reporter: Redaksi