KABARDARING.ID – Peluang PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia lewat jalur naturalisasi sempat mengarah pada satu nama besar, yakni Pascal Struijk. Namun bek jangkung itu memilih menutup pintu, dan kini justru menjelma menjadi salah satu transfer terbaik dalam sejarah Leeds United.

Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI memang gencar menjalankan program naturalisasi demi mendongkrak prestasi Timnas Indonesia. Sejumlah pemain keturunan sukses didatangkan dan memberi dampak signifikan terhadap performa skuad Garuda di level Asia.

Namun, tidak semua pendekatan berbuah manis. Nama Struijk sempat ramai dikaitkan dengan Timnas Indonesia karena memiliki darah Indonesia dari ibunya. Tawaran naturalisasi bahkan sempat diakuinya pernah datang.

Dalam wawancara yang dikutip dari ESPN Belanda, Struijk mengaku tersanjung dengan antusiasme suporter Indonesia yang membanjiri kolom komentar media sosialnya.

“Saya senang melihat bagaimana para penggemar di sana dan betapa mereka sangat ingin saya ke sana,” ujarnya sambil tertawa.

Meski demikian, pemain berusia 26 tahun itu menegaskan belum menjadikan Timnas Indonesia sebagai prioritas. Fokus utamanya adalah membawa Leeds tampil kompetitif di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

“Itu bukan sesuatu yang saya fokuskan. Saya ingin mengakhiri musim ini dengan kuat bersama Leeds United,” katanya.

Struijk juga menyiratkan ambisi membela tim nasional Belanda suatu saat nanti. Konsistensi di level tertinggi diyakininya menjadi kunci untuk membuka peluang tersebut.

Ironisnya, di saat PSSI gagal meyakinkannya, Struijk justru berkembang pesat di Inggris. Media Football Fancast menyebutnya sebagai salah satu pembelian terbaik Leeds dalam sejarah modern klub.

Didatangkan secara gratis dari akademi Ajax pada musim panas 2018, Struijk awalnya hanya tampil lima kali di musim promosi. Namun di bawah asuhan Marcelo Bielsa, ia menjelma menjadi pilar penting lini belakang.

Hampir enam tahun berseragam Leeds, ia telah mencatatkan lebih dari 180 penampilan dan bahkan dua kali merasakan promosi bersama klub. Meski sempat terdegradasi, loyalitasnya tak luntur. Ia tetap bertahan dan kerap dipercaya mengenakan ban kapten.

Musim ini, Struijk kembali menjadi pilihan utama. Perubahan taktik ke formasi tiga bek membuat posisinya semakin tak tergantikan. Ia telah mencatatkan lebih dari 20 penampilan di semua kompetisi.

Nilai pasarnya pun melonjak. Berdasarkan data Transfermarkt, ia kini ditaksir mencapai £17 juta, menjadikannya salah satu pemain dengan valuasi tertinggi di skuad Leeds saat ini.

Datang tanpa biaya transfer, berkembang menjadi bek utama, hingga berstatus pemain paling bernilai, kisah Struijk bersama Leeds menjadi contoh transfer cerdas dan investasi jangka panjang yang sukses.

Sementara itu, publik sepak bola Indonesia mungkin hanya bisa membayangkan bagaimana kokohnya lini belakang Garuda jika Struijk memilih jalur berbeda. ***

Reporter: Ogi Mansyah