Iran Tutup Selat Hormuz, Kirim Sinyal Keras ke AS di Tengah Ancaman Militer

SELAT HORMUZ/Tangkapan layar Google Maps, memperlihatkan Selat Hormuz, jalur air energi terpenting di dunia yang terletak di antara Oman dan Iran
Penulis: Redaksi
Rabu, 18 Februari 2026 | 18:22:36 WIB

KABARDARING.ID – Iran menunjukkan kekuatan militernya dengan menutup sementara Selat Hormuz dan menggelar latihan tempur skala besar di jalur energi paling vital dunia tersebut, Selasa (17/2/2026). Langkah ini dipandang sebagai sinyal tegas kepada Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan dan ancaman militer di kawasan Timur Tengah.

Penutupan dilakukan selama beberapa jam dengan alasan keamanan, bersamaan dengan latihan militer yang digelar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Dilansir dari Anadolu Agency, latihan bertajuk Smart Control of the Strait of Hormuz itu melibatkan berbagai sistem persenjataan canggih, termasuk simulasi penghancuran target dan pengamanan jalur laut strategis.

Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, menegaskan bahwa pihaknya melakukan pengawasan penuh selama 24 jam dan siap mengambil tindakan kapan saja untuk mengamankan wilayah tersebut. Bahkan, IRGC menegaskan Selat Hormuz dapat ditutup sepenuhnya jika pemerintah Iran mengeluarkan perintah resmi.

Selat Hormuz memiliki arti strategis luar biasa bagi ekonomi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari. Gangguan sekecil apa pun berpotensi memicu lonjakan harga energi dan mengguncang pasar internasional.

Langkah Iran ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya tekanan militer dari Amerika Serikat. Presiden AS, Donald Trump, telah memerintahkan pengerahan kapal induk kedua ke Timur Tengah untuk memperkuat armada militer yang sudah berada di kawasan tersebut. Washington disebut ingin meningkatkan tekanan terhadap Teheran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Di sisi lain, Iran dan AS juga masih terlibat perundingan diplomatik yang berlangsung di Jenewa dengan mediasi Oman. Namun, di tengah jalur diplomasi yang belum pasti, Iran tampaknya ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengganggu jalur energi global jika konflik meningkat.

Penutupan Selat Hormuz, meski hanya sementara, menjadi peringatan serius bagi dunia. Iran secara tidak langsung menegaskan bahwa mereka memegang kendali atas salah satu “urat nadi” energi global, dan siap menggunakannya sebagai alat tekanan strategis jika konfrontasi dengan AS semakin memanas. ***

Reporter: Redaksi