Hilal Tak Terlihat di Bengkulu, Awal Ramadan Tunggu Sidang Isbat Kementerian Agama

Pemantauan yang dilakukan di kawasan Pasir Putih Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Selasa (17/2/2026) petang/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Selasa, 17 Februari 2026 | 19:15:36 WIB

KABARDARING.ID – Hilal awal Ramadan 1447 Hijriah belum terlihat dalam pemantauan yang dilakukan di kawasan Pasir Putih Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Selasa (17/2/2026) petang. Hasil rukyatul hilal tersebut selanjutnya dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pemantauan dilakukan saat matahari terbenam sekitar pukul 18.31 WIB di ufuk barat Pantai Panjang. Berdasarkan data astronomi, posisi hilal tercatat berada pada ketinggian minus 0,972 derajat di bawah horizon, dengan elongasi 1,38 derajat dan fraksi iluminasi 0,00 persen.

Secara ilmiah, kondisi tersebut menunjukkan hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tidak memungkinkan untuk diamati secara visual.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin Latief, mengatakan dengan posisi hilal yang masih berada di bawah 1 derajat, kemungkinan awal Ramadan jatuh pada Rabu sangat kecil.

“Dengan keberadaan hilal yang masih di bawah 1 derajat tersebut, maka hampir dipastikan kecil kemungkinan bahwa 1 Ramadan jatuh pada hari Rabu, karena syarat ketinggian hilal di atas 3 derajat,” kata Saefudin, Selasa (17/2).

Pemantauan yang dilakukan di kawasan Pasir Putih Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Selasa (17/2/2026) petang

Ia menambahkan, seluruh hasil pengamatan dari titik observasi di Bengkulu telah dilaporkan ke Kementerian Agama RI. Data tersebut akan dikombinasikan dengan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia serta hasil perhitungan hisab atau astronomi.

Rukyatul hilal merupakan metode pengamatan langsung terhadap bulan sabit muda setelah matahari terbenam pada tanggal 29 bulan kamariah. Metode ini menjadi salah satu dasar utama dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan.

Pemantauan yang dilakukan di kawasan Pasir Putih Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Selasa (17/2/2026) petang

Pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Selasa malam untuk menetapkan secara resmi awal Ramadan 1447 Hijriah. Keputusan tersebut nantinya akan diumumkan kepada masyarakat sebagai acuan dimulainya ibadah puasa Ramadan tahun ini.

Hasil sidang isbat menjadi momen penting yang setiap tahunnya dinantikan umat Islam di Indonesia dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh persiapan dan harapan. ***

Reporter: Redaksi