Majelis Ulama Indonesia Kutuk Dugaan Penggunaan Senjata Termal Israel di Gaza

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim/Instagram
Penulis: Redaksi
Selasa, 17 Februari 2026 | 00:47:00 WIB

KABARDARING.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras dugaan penggunaan senjata termal atau bom vakum oleh Israel dalam agresi militernya di Jalur Gaza yang disebut menyebabkan ribuan warga Palestina lenyap tanpa jejak.

Sikap tegas tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, dalam keterangan tertulis pada Senin (16/2/2026).

Sudarnoto mengaku terkejut sekaligus geram setelah membaca hasil investigasi media internasional Al Jazeera terkait dugaan penggunaan senjata termal dan termobarik dalam operasi militer di Gaza sejak Oktober 2023. Menurutnya, jika laporan tersebut terbukti benar, maka tindakan itu telah melampaui batas kemanusiaan.

“Jika benar laporan tersebut, maka ini bukan sekadar pelanggaran, tetapi merupakan bentuk kebiadaban yang melampaui batas-batas kemanusiaan dan nurani paling dasar,” kata Sudarnoto.

Laporan investigatif Al Jazeera berjudul The Rest of the Story mendokumentasikan sedikitnya 2.842 warga Palestina yang dinyatakan lenyap tanpa ditemukannya jasad utuh, selain percikan darah atau fragmen biologis kecil, yang diduga akibat paparan suhu ekstrem dari amunisi berdaya hancur tinggi.

Sejumlah ahli yang diwawancarai media tersebut mengaitkan fenomena itu dengan penggunaan bom vakum atau amunisi termobarik, termasuk jenis MK-84, BLU-109, dan GBU-39, yang disebut mampu menghasilkan suhu sangat tinggi dalam radius ledakan.

Sudarnoto menegaskan, penggunaan senjata dengan daya hancur luas yang berdampak pada warga sipil merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa dan norma hukum humaniter internasional.

“MUI mengutuk keras setiap bentuk penggunaan senjata yang menghancurkan secara membabi buta dan menargetkan atau berdampak pada warga sipil,” tegasnya.

Lebih lanjut, MUI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk segera membentuk investigasi independen yang kredibel, memastikan perlindungan warga sipil, serta menghentikan pasokan senjata yang berpotensi memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.

“Perdamaian tak mungkin terwujud jika keadilan tak ditegakkan. Kemanusiaan harus dimenangkan, dan penjajahan dalam bentuk apa pun di atas dunia ini harus dihapuskan,” pungkas Sudarnoto. ***

Reporter: Redaksi