PLN Indonesia Power Tanam 3.000 Pohon di Kawasan PLTA Musi, Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Warga Rejang Lebong

PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu tanam 3.000 pohon di kawasan catchment area PLTA Musi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI)/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:08:04 WIB

KABARDARING.ID – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengamankan sumber energi terus diperkuat. PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu menanam 3.000 pohon di kawasan catchment area PLTA Musi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).

Aksi penghijauan yang berlangsung Jumat (28/11/2025) ini menjadi bagian dari gerakan nasional “Roots of Energy”, program serentak PLN Group di seluruh Indonesia yang menitikberatkan pada pemulihan lingkungan berbasis kolaborasi.

Sebanyak 3.000 bibit pohon ditanam di lahan seluas sekitar 10 hektare, terdiri dari 2.000 bibit alpukat dan 1.000 bibit durian. Selain berfungsi menjaga ekosistem, tanaman tersebut juga diproyeksikan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Manager PLN Indonesia Power UBP Bengkulu, Ariful Bahri, menegaskan bahwa program ini memiliki peran strategis, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi keberlanjutan operasional pembangkit listrik.

“Penanaman ini bukan sekadar penghijauan. Pohon-pohon ini berperan menjaga kualitas dan ketersediaan air yang menjadi penopang utama operasional PLTA Musi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ariful.

Catchment area atau daerah tangkapan air memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas pasokan air ke pembangkit listrik tenaga air. Kerusakan kawasan ini dapat berdampak langsung pada kinerja pembangkit dan keberlanjutan energi.

Karena itu, penghijauan menjadi langkah preventif penting untuk mencegah erosi, menjaga resapan air, serta memastikan operasional PLTA tetap optimal dalam jangka panjang.

Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Bukit Balai Rejang, pemerintah kecamatan dan desa, hingga kelompok masyarakat.

Kelompok Tani Tik Glicok sebagai penerima manfaat utama program menyatakan kesiapan untuk merawat tanaman hingga tumbuh produktif.

Ketua Kelompok Tani Tik Glicok, Sudir Hartono, menyebut program ini memberi harapan baru bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga masa depan ekonomi kami. Tanaman ini bisa menjadi sumber pendapatan, dan kami siap merawatnya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menyambut positif langkah PLN yang dinilai menjadi investasi lingkungan jangka panjang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rejang Lebong, Dr. Asli Samin, yang mewakili Bupati, mengatakan penghijauan ini akan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang.

“Ini investasi lingkungan. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi ke depan kawasan ini akan semakin hijau, lestari, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, PLN Indonesia Power menegaskan bahwa keberlanjutan energi tidak bisa dipisahkan dari kelestarian lingkungan. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Dengan ribuan pohon yang kini mulai tumbuh, kawasan tangkapan air PLTA Musi diharapkan semakin kuat menopang pasokan listrik,sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. ***

Reporter: Redaksi