Pemprov Bengkulu Gaspol Dukung BMD, Modal Usaha Tanpa Bunga Siap Jangkau Pelaku UMKM hingga Desa

Peresmian Kantor Baznas Microfinance Desa Provinsi Bengkulu di Jalan Timur Indah Nomor 09, Kota Bengkulu, Jumat (13/2).
Penulis: Redaksi
Jumat, 13 Februari 2026 | 17:59:08 WIB

KABARDARING.ID – Angin segar bagi pelaku usaha mikro di Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan dukungan penuh terhadap program Baznas Microfinance Desa (BMD), skema pembiayaan tanpa bunga yang dirancang untuk membuka akses modal bagi masyarakat kecil hingga pelosok desa.

Komitmen itu ditegaskan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat menghadiri peresmian Kantor Baznas Microfinance Desa Provinsi Bengkulu di Jalan Timur Indah Nomor 09, Kota Bengkulu, Jumat (13/2).

Menurut Herwan, program ini menjadi jawaban nyata atas persoalan klasik yang selama ini menghantui pelaku usaha mikro: semangat ada, tapi modal terbatas.

“Banyak pedagang kecil, penjahit, petani, dan pelaku usaha mikro lainnya memiliki tekad kuat untuk berkembang, namun terbentur modal. Kehadiran BMD menjadi solusi nyata untuk membantu mereka bangkit,” tegas Herwan.

Modal Tanpa Bunga, Fokus Angkat Ekonomi Rakyat Kecil

Program BMD yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ini menggunakan skema pembiayaan Qardhul Hasan, yakni pinjaman modal usaha tanpa bunga dan tanpa biaya tambahan.

Ketua Baznas RI, Noor Achmad, mengungkapkan setiap unit BMD mendapatkan modal awal hingga Rp1 miliar yang khusus disalurkan kepada pelaku usaha mikro.

“Pelaku usaha bisa mendapatkan pinjaman sekitar Rp3 juta tanpa bunga dan tanpa biaya tambahan. Ini murni untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Secara nasional, jumlah BMD masih terbatas, yakni sekitar 33 unit. Karena itu, kehadiran BMD di Bengkulu dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.

peresmian Kantor Baznas Microfinance Desa Provinsi Bengkulu di Jalan Timur Indah Nomor 09, Kota Bengkulu, Jumat (13/2)

Pemprov Instruksikan OPD Kawal dan Perluas Program

Herwan Antoni menegaskan, Pemprov Bengkulu tidak hanya mendukung secara simbolis, tetapi juga akan mengawal penuh pengembangan program ini agar menjangkau seluruh kabupaten dan kota.

Ia bahkan meminta jajaran pemerintah daerah aktif membantu masyarakat yang membutuhkan akses permodalan.

“Jika ada masyarakat yang kesulitan modal, segera arahkan ke Baznas. Dana ini harus dimanfaatkan secara amanah untuk memperkuat usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegasnya.

Jadi Senjata Lawan Rentenir dan Kemiskinan

Program BMD diharapkan menjadi alternatif aman bagi pelaku usaha mikro yang selama ini terpaksa bergantung pada pinjaman berbunga tinggi. Dengan skema tanpa bunga, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk berkembang tanpa tekanan finansial.

Pemprov Bengkulu optimistis, dengan dukungan penuh pemerintah dan Baznas, program ini akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka jalan bagi kebangkitan UMKM dari desa hingga kota. ***

Reporter: Redaksi