Wabup Bengkulu Utara Gaspol Sekolah Hijau, Gerakan Adiwiyata Didorong Jadi Budaya, Bukan Seremoni
KABARDARING.ID – Komitmen menjadikan sekolah sebagai pusat perubahan dimulai dari lingkungan yang bersih dan hijau. Wakil Bupati Bengkulu Utara, H. Sumarno, secara resmi membuka Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Tahun 2026 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (12/2/2026), di Aula DLH setempat.
Kegiatan ini menjadi langkah awal mendorong satuan pendidikan di Bengkulu Utara serius mengimplementasikan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) melalui program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dalam arahannya, Wabup menegaskan bahwa Adiwiyata bukan sekadar ajang lomba tahunan atau berburu piagam penghargaan. Lebih dari itu, program ini adalah gerakan perubahan pola pikir dan budaya di lingkungan sekolah.
“Jangan hanya mengejar predikat. Yang paling penting adalah membangun kebiasaan peduli lingkungan. Mulai dari hal sederhana seperti penghijauan dan merawat tanaman di sekolah,” tegasnya.

Ia mendorong setiap sekolah menampilkan identitas dan keindahannya masing-masing melalui penghijauan. Menurutnya, sekolah yang hijau dan tertata rapi bukan hanya enak dipandang, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang sehat dan nyaman.
“Tanam pohon, rawat taman, jadikan sekolah hijau dan asri. Itu investasi jangka panjang bagi generasi kita,” tambahnya.
Tak hanya soal estetika, Wabup juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik. Ia mengajak sekolah memanfaatkan daun-daun kering yang berjatuhan untuk diolah menjadi pupuk kompos.
“Daun rontok jangan dibakar atau dibuang. Olah jadi kompos. Kalau perlu tambahkan pupuk kandang agar lebih subur. Ini sederhana, tapi berdampak besar,” ujarnya.
Sosialisasi ini bertujuan membekali sekolah dengan pemahaman teknis serta kesiapan administratif untuk mengikuti penilaian Adiwiyata, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Para peserta mendapatkan pemaparan mengenai indikator penilaian, strategi implementasi di lapangan, hingga penguatan komitmen warga sekolah.
Pemkab Bengkulu Utara berharap melalui gerakan ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi laboratorium karakter, membentuk generasi yang sadar lingkungan, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dengan dorongan kuat dari pemerintah daerah, 2026 ditargetkan menjadi momentum kebangkitan “Sekolah Hijau” di Bengkulu Utara, bukan sekadar slogan, tetapi gerakan nyata yang tumbuh dari ruang kelas hingga halaman sekolah. ***