Korban Pengeroyokan di SMAN 1 Bengkulu Trauma, Minta Pindah Sekolah

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Pemerintah Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengunjungi korban di kediamannya, Jumat (6/2/2026)/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:55:47 WIB

KABARDARING.ID - Siswi SMAN 1 Kota Bengkulu berinisial Aa, korban dugaan pengeroyokan oleh sejumlah teman sekolahnya, kini masih dalam kondisi trauma dan menjalani pemulihan di rumahnya. Korban bahkan menyampaikan keinginannya untuk pindah sekolah akibat peristiwa yang dialaminya.

Hal tersebut terungkap saat Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Pemerintah Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengunjungi korban di kediamannya, Jumat (6/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan mewakili Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, didampingi Camat Ratu Agung dan Lurah Kebun Kenanga.

Menurut Sahat, kondisi korban saat ini masih lemah, baik secara fisik maupun mental. Trauma yang dialami membuat korban belum siap kembali beraktivitas seperti biasa.

“Korban masih mengalami trauma berat. Secara mental masih dalam proses pemulihan, suasana hatinya belum stabil, dan beberapa luka fisik juga masih terasa sakit,” ujar Sahat usai menjenguk korban.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu juga mendengarkan langsung keinginan korban. Salah satunya adalah keinginan untuk pindah sekolah, karena masih diliputi rasa takut.

“Korban sendiri menyampaikan ingin pindah sekolah. Itu hal yang wajar mengingat trauma yang dialaminya. Kami memahami kondisi psikologis korban dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencarikan solusi terbaik,” jelasnya.

Selain itu, Sahat juga memberikan bantuan secara langsung sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral kepada korban.

Ia menyampaikan bahwa peristiwa tersebut sangat disayangkan, karena tidak mencerminkan perilaku seorang pelajar maupun nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang beradab.

“Kejadian seperti ini menjadi perhatian serius kita semua. Ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah,” tegasnya.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, serta mengajak seluruh pihak, baik orang tua, sekolah, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan membimbing generasi muda agar tumbuh dalam lingkungan yang aman dan positif.

Saat ini, fokus utama adalah pemulihan kondisi korban, baik secara fisik maupun mental, agar dapat kembali menjalani aktivitas dan pendidikan dengan aman dan nyaman. ***

Reporter: Redaksi