Dedy Wahyudi “Turun Gunung”, Pimpin Apel di KZ Abidin dan Kerahkan ASN Serbu Pasar

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memimpin langsung apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan yang sebelumnya dipenuhi pedagang kaki lima/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Kamis, 05 Februari 2026 | 13:56:25 WIB

KABARDARING.ID – Pemandangan tak biasa terlihat di Jalan KZ Abidin, Kamis pagi (5/2/2025). Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memimpin langsung apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan yang sebelumnya dipenuhi pedagang kaki lima. Bukan sekadar apel, momen ini menjadi sinyal kuat Pemkot Bengkulu serius menghidupkan kembali denyut pasar.

Di hadapan ratusan ASN, Dedy menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan setelah menata kawasan trotoar. Ia mengingatkan janjinya kepada para pedagang. ASN akan digerakkan untuk masuk ke pasar dan berbelanja, bukan sekadar lewat.

Menurut Dedy, apel di lokasi tersebut adalah pesan nyata bahwa perubahan yang dilakukan bukan untuk mematikan usaha pedagang, melainkan memindahkan mereka ke tempat yang lebih tertata dan layak.

“Ini bukan sekadar apel. Ini gerakan bersama. Kita ingin pasar hidup. ASN harus jadi contoh, masuk ke pasar dan berbelanja. Kalau masih ada kekurangan, pasti kita benahi,” tegasnya.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memimpin langsung apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan yang sebelumnya dipenuhi pedagang kaki lima

Dedy juga menekankan bahwa kekuatan pemerintah bukan hanya pada kebijakan, tetapi pada aksi nyata. Ia meminta ASN menunjukkan solidaritas dengan pedagang, dimulai dari langkah sederhana: berbelanja langsung di pasar.

Bahkan, ia mengimbau agar setiap ASN yang hadir tidak pulang dengan tangan kosong. Minimal satu kantong belanjaan, sebagai bukti keberpihakan kepada pedagang kecil.

Gerakan ini, kata Dedy, akan terus berlanjut dan menjadi budaya baru di lingkungan Pemkot Bengkulu. Salah satu fokusnya adalah mendorong aktivitas belanja ASN di Pasar Panorama dan pasar lainnya, agar ekonomi kerakyatan benar-benar bergerak.

Langkah tegas ini menjadi pesan jelas: penataan kota bukan akhir bagi pedagang, melainkan awal dari sistem baru yang lebih tertib, dan pemerintah memastikan pedagang tetap punya pembeli. ***

Reporter: Redaksi