Bangga Kencana Bengkulu Melaju Kencang, Capaian KB Tembus Papan Atas Nasional

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Rabu, 28 Januari 2026 | 16:20:17 WIB

KABARDARING.ID — Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Bengkulu mencatatkan lompatan kinerja signifikan sepanjang 2025. Sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif, menempatkan Bengkulu sebagai salah satu daerah dengan performa terbaik secara nasional dalam penguatan program keluarga berencana.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi kebijakan, penguatan peran kader di lapangan, serta meningkatnya kualitas layanan KB di fasilitas kesehatan. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga kini semakin menguat.

“Ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Zamhari kepada wartawan di Bengkulu, Rabu (28/1/2026).

Secara nasional, Bengkulu berhasil menembus enam besar provinsi dengan capaian kebutuhan KB terpenuhi (Demand Satisfied) tertinggi, yakni 88,1 persen. Sementara untuk Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR), Bengkulu bahkan melesat ke peringkat tiga besar nasional dengan capaian 69,8 persen.

Kolase Penghargaan

Di sisi lain, angka kebutuhan KB tidak terpenuhi (Unmet Need) berhasil ditekan hingga 9,0 persen, jauh lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang masih berada di angka 13,4 persen. Capaian ini menandakan semakin efektifnya akses layanan dan edukasi KB di tingkat akar rumput.

Tak hanya itu, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) juga mengalami peningkatan tajam, dari 25,2 persen menjadi 28,6 persen, menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat ke metode KB yang lebih berkelanjutan dan efektif.

Prestasi paling mencolok ditorehkan pada indikator angka putus pakai kontrasepsi. Bengkulu berhasil menempati peringkat pertama nasional dengan tingkat putus pakai terendah, yakni 10,2 persen, turun drastis dari sebelumnya 19,7 persen.

“Ini menunjukkan kualitas layanan dan pendampingan semakin baik. Peserta KB merasa aman, nyaman, dan berkelanjutan,” jelas Zamhari.

Ia menegaskan, Bangga Kencana bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan kolektif untuk membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi sumber daya manusia unggul.

Ke depan, BKKBN Bengkulu berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, mitra kerja, serta seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kesinambungan capaian dan memastikan manfaat program dirasakan secara luas oleh masyarakat. ***

Reporter: Redaksi