KABAR DARING – Pemerintah mulai menyusun kekuatan utama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dengan menyiapkan para petugasnya lebih awal. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membuka program pembekalan intensif bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi agar pelayanan jamaah Indonesia di Tanah Suci lebih tertata dan responsif.
Kegiatan pembekalan ini berlangsung hampir tiga pekan, mulai 10 hingga 30 Januari 2026, dan diikuti ribuan calon petugas yang nantinya akan mengawal jamaah Indonesia sejak tiba di bandara hingga rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menilai tahun 2026 bukan musim haji biasa. Ia menyebut banyak perubahan terjadi, mulai dari kebijakan Arab Saudi, sistem layanan berbasis digital, hingga karakter jamaah Indonesia yang makin beragam dari sisi usia dan kondisi fisik.
Dengan jumlah jamaah yang mencapai lebih dari 221 ribu orang, menurut Irfan, kesalahan kecil dalam pelayanan bisa berdampak besar. Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan profesionalisme para petugas.
“Kita tidak hanya mengirim orang untuk bekerja, tapi mengirim pelayan bagi jutaan tamu Allah. Di situlah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar para petugas haji,” ujarnya.
Ia juga tidak menutup mata terhadap berbagai keluhan pada musim-musim sebelumnya. Banyak petugas dinilai belum memahami betul alur kerja di lapangan, sehingga tidak sedikit jamaah yang kebingungan saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya dibekali aturan dan prosedur, tetapi juga dilatih untuk mengambil keputusan cepat, berkomunikasi dengan jamaah, serta berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi.
Dalam kesempatan yang sama, Irfan juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur berhaji melalui jalur tidak resmi. Ia menyinggung banyaknya kasus jamaah yang gagal menjalankan rukun haji secara utuh karena berangkat melalui agen ilegal.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puri Raharjo menyampaikan bahwa pusat pelatihan berada di Asrama Haji Pondok Gede dan Lanud Halim Perdanakusuma. Para petugas yang lolos akan ditempatkan di berbagai sektor layanan, mulai dari bandara, pemondokan, hingga kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Dari lebih dari 1.600 peserta yang terdaftar, mayoritas telah tiba di lokasi pelatihan sejak hari pertama, menandai dimulainya tahap penting menuju operasional haji 2026. ***
