Diduga Tanpa Perlengkapan K3, Karyawan PT MPM Tewas Saat Bertugas di Bendungan

Seorang karyawan PT Mega Power Mandiri (MPM), Dovi Febri Yenzi (32), warga Desa Sukasari, Kecamatan Lebong Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terpeleset dan terjatuh ke saluran penghantar air pembangkit/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Minggu, 07 Juni 2026 | 00:26:03 WIB

KABARDARING.ID – Tragedi kerja kembali mengguncang sektor pembangkit listrik di Kabupaten Lebong. Seorang karyawan PT Mega Power Mandiri (MPM), Dovi Febri Yenzi (32), warga Desa Sukasari, Kecamatan Lebong Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terpeleset dan terjatuh ke saluran penghantar air pembangkit.

Peristiwa nahas itu diketahui terjadi sekitar pukul 07.59 WIB, Jumat (5/6/2026), di kawasan bendungan PT MPM yang berada di Kelurahan Turan Lalang, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, korban yang bertugas sebagai operator masih sempat melaporkan aktivitas operasional melalui grup WhatsApp internal PT MPM. Dovi diketahui merupakan karyawan senior yang telah mengabdi di perusahaan tersebut sejak tahun 2013 atau sekitar 13 tahun.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, wartawan berhasil memperoleh tangkapan layar aktivitas terakhir korban yang menunjukkan dirinya masih menjalankan tugas seperti biasa.

Pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.05 WIB, Dovi diketahui memulai rutinitas kerjanya di area bendungan PT MPM sebagai operator malam.

Selama bertugas, Dovi tercatat aktif mengirimkan laporan ke Grup WhatsApp Produksi PT MPM sebanyak delapan kali. Laporan pertama dikirim pada pukul 00.08 WIB, sementara laporan terakhir tercatat pada pukul 07.06 WIB, hanya beberapa saat sebelum dirinya dinyatakan hilang kontak.

Korban yang bertugas dalam shift malam tersebut diduga tengah melakukan pembersihan saringan intake nomor 4 di area bendungan PT MPM.

Informasi yang diperoleh dari sumber internal PT MPM menyebutkan, korban tiba-tiba tidak dapat dihubungi oleh rekan kerjanya. Padahal, posisi saringan bendungan telah terangkat dan siap dibersihkan. Saat dicek melalui kamera pengawas (CCTV), korban diketahui sudah tidak berada di lokasi kerja.

Suasana di area bendungan mendadak heboh. Rekan kerja korban hanya menemukan sepasang sepatu dan ember yang biasa digunakan Dovi saat membersihkan sampah di sekitar bendungan.

Merasa ada kejanggalan, sejumlah pekerja kemudian melakukan penyisiran. Hasilnya, jasad korban ditemukan tersangkut di saringan nomor 1 Headpond PT MPM yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi awal yang diduga menjadi titik hilangnya korban.

"Saat ditemukan, tubuh Dovi tersangkut di atas saringan PT MPM dalam posisi telungkup," ungkap sumber terpercaya yang berada di lokasi kejadian.

Penemuan jasad tersebut langsung dilaporkan kepada pihak berwenang. Petugas kemudian melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Lebong untuk pemeriksaan medis awal. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Saat ditemukan, terdapat luka sobek di bagian pelipis mata serta lebam pada wajah korban.

Peristiwa ini memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam penerapan keselamatan kerja di lingkungan PT MPM. Dugaan tersebut menguat setelah korban ditemukan tanpa perlengkapan keselamatan kerja yang memadai, seperti helm, body harness, maupun sepatu safety.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap kejadian serta memastikan penyebab pasti korban terjatuh hingga meninggal dunia.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT MPM belum memberikan keterangan resmi. Sikap tertutup perusahaan memunculkan tanda tanya publik terkait penerapan standar keselamatan kerja, pengawasan operasional, hingga prosedur kerja (SOP) yang berlaku.

Terlebih, berdasarkan informasi yang beredar, proses pembersihan sampah di bendungan hanya dijalankan oleh satu orang pekerja dalam setiap shift.

Reporter: Redaksi