Dugaan Investasi Bodong, Warga Bengkulu Laporkan Menantu Pejabat Lebong ke Polda Bengkulu
KABARDARING.ID – Seorang warga Kota Bengkulu berinisial K (28), berprofesi sebagai guru, melaporkan dugaan tindak pidana terkait arisan cair atau pinjaman berbasis "investasi bodong" ke Polda Bengkulu setelah mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
Berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/171/VI/2026/SPKT/POLDA BENGKULU, pelapor melaporkan seorang perempuan berinisial N.C., yang diketahui menantu Pejabat Eselon II Pemkab Lebong, berinisial AG.
Peristiwa tersebut diduga bermula saat pelapor mengikuti program pinjaman arisan cair yang diselenggarakan oleh terlapor pada April 2026. Dalam skema tersebut, pelapor menyetorkan dana sebesar Rp10 juta pada 2 April 2026 dengan janji akan menerima pencairan dana sebesar Rp 23 juta pada 26 Mei 2026 atau bertambah menjadi Rp 13 juta.
Tidak hanya itu, pada 7 April 2026 pelapor kembali menyetorkan dana Rp10 juta dengan kesepakatan akan menerima pencairan sebesar Rp26 juta yang dijadwalkan jatuh tempo pada 1 Juni 2026.
Namun hingga laporan dibuat, pelapor mengaku belum menerima dana yang dijanjikan. Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Bengkulu untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Korban merasa dirugikan karena dana yang dijanjikan tidak kunjung diterima meski telah melewati waktu jatuh tempo yang telah disepakati,” demikian isi ringkasan laporan yang diterima wartawan.
Terpisah, Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombespol Ichsan Nur membenarkan telah menerima laporan tersebut.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penanganan dan penyelidikan oleh pihak kepolisian.
"Iya, nanti laporan itu akan diserahkan ke krimum. Iya tunggu saja penanganan oleh krimum," jelas Kabid Humas.
Lebih jauh, pelaporan tersebut baru masuk dan telapor akan dipanggil untuk menjalani BAP.
"Kalau hasil gelar cukup bukti dan naik sidik baru bisa di ekspose," demikian Kabid Humas Polda Bengkulu.
Informasi yang diterima lapangan, tidak hanya warga Kota Bengkulu berinisial K (28) menjadi korban. Akan tetapi, ada ratusan warga yang merasa dirugikan bakal melaporkan N.C ke kepolisian. ***