Dikecam, Didemo, Disorot KPK, Mengapa Tejo Suroso Masih Dipertahankan?

Desain Grafis Ketua Garbeta Provinsi Bengkulu, Dedi Mulyadi, bahkan secara terbuka mempertanyakan sikap Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang dinilai belum mengambil langkah evaluasi terhadap Tejo/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Senin, 01 Juni 2026 | 14:03:30 WIB

KABARDARING.ID – Nama Kadis PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, kembali menjadi perbincangan publik. Di tengah rentetan kontroversi yang menyeret namanya, pejabat yang sudah bertahan sejak era Gubernur Rohidin Mersyah itu justru masih terlihat mendampingi jajaran pemerintah dalam berbagai kegiatan resmi.

Terbaru, Minggu (31/5/2026), Tejo mendampingi Wakil Gubernur Bengkulu Mian dan Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada meninjau ruas jalan rusak di Desa Talang Ratu, Kabupaten Lebong.

Padahal, jalan tersebut sebelumnya menjadi sumber kemarahan masyarakat karena kerusakannya berlarut-larut hingga memicu kecelakaan dan membuat warga turun tangan memperbaikinya secara swadaya.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar. Mengapa pejabat yang terus dihantam kritik dan kontroversi masih tetap dipercaya menduduki jabatan strategis?

Ketua Garbeta Provinsi Bengkulu, Dedi Mulyadi, bahkan secara terbuka mempertanyakan sikap Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang dinilai belum mengambil langkah evaluasi terhadap Tejo.

"Publik berhak bertanya. Dari sisi kinerja banyak disorot, kontroversi juga terus bermunculan, tetapi sampai hari ini tidak ada evaluasi yang terlihat," tegas Dedi.

Setidaknya ada enam kontroversi besar yang dalam beberapa tahun terakhir terus membayangi Kadis PUPR Bengkulu tersebut.

Mulai dari terseret OTT KPK, penemuan 609 butir peluru aktif di rumah dinas, lambannya penanganan jalan rusak di Lebong, didemo emak-emak terkait dugaan skandal asmara, sorotan terhadap anggaran jumbo Rp600 miliar di Dinas PUPR, hingga laporan harta kekayaan mencapai Rp6 miliar.

Bagi sebagian kalangan, sederet polemik itu semestinya cukup menjadi dasar evaluasi. Namun hingga kini, Tejo masih bertahan di kursi Kadis PUPR.

"Jangan sampai ini menjadi buah simalakama bagi gubernur. Ketika publik terus bertanya, tetapi pemerintah memilih diam," ujar Dedi.

Sementara itu, isu dugaan perselingkuhan yang sempat memicu aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Gubernur Bengkulu juga belum mendapatkan klarifikasi langsung dari Tejo Suroso.

Di tengah derasnya sorotan publik, satu pertanyaan masih menggantung, mengapa Tejo Suroso tetap bertahan ketika satu per satu kontroversi terus mengiringi langkahnya. ***

Reporter: Redaksi