Sanders Blokir Dana Perang Iran Rp3.380 Triliun, Desak Hentikan Kiriman Senjata ke Israel

Senator Amerika Serikat (AS) Bernie Sanders tolak pengiriman senjata ke Israel/Anadolu
Penulis: Redaksi
Kamis, 26 Maret 2026 | 11:23:00 WIB

KABARDARING.ID – Ketegangan politik di Amerika Serikat memanas setelah Senator Bernie Sanders secara tegas menolak rencana pendanaan besar untuk konflik dengan Iran.

Dalam pernyataannya, Sanders menolak usulan anggaran sebesar USD200 miliar atau sekitar Rp3.380 triliun yang diajukan pemerintahan Presiden Donald Trump. Ia menyebut langkah tersebut tidak mencerminkan kepentingan rakyat Amerika.

“Tidak, sama sekali tidak,” tegas Sanders saat dimintai tanggapan terkait dukungan anggaran tersebut.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan rencana untuk mengajukan resolusi guna menghentikan pengiriman persenjataan Amerika Serikat ke Israel. Menurutnya, kebijakan tersebut berisiko memperpanjang konflik dan memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan.

Sanders menyoroti dampak langsung konflik terhadap kondisi domestik Amerika Serikat, terutama kenaikan harga bahan bakar dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Harga bensin meningkat dan masyarakat semakin khawatir. Pemerintah seharusnya fokus pada kebutuhan rakyat, bukan memperluas konflik,” ujarnya dalam wawancara dengan CNN.

Ia juga mengkritik keterlibatan AS dalam konflik bersama Israel, yang menurutnya telah memicu eskalasi di Timur Tengah. Sanders bahkan mempertanyakan kembali hubungan strategis antara kedua negara di tengah situasi yang terus memburuk.

Menurutnya, potensi perang dengan Iran dapat menghabiskan ratusan miliar dolar, sementara banyak warga Amerika masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti perumahan, layanan kesehatan, dan pangan.

“Ini bukan perang yang diinginkan rakyat Amerika, baik dari Partai Republik maupun Demokrat,” tegasnya.

Di sisi lain, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus meningkat sejak akhir Februari 2026. Serangan udara yang dilancarkan telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar sejumlah target, termasuk wilayah Israel serta kawasan strategis di Timur Tengah. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara militer, tetapi juga mengguncang pasar energi global dan jalur pelayaran internasional.

Situasi ini memicu kekhawatiran luas akan potensi konflik yang lebih besar, sekaligus menempatkan kebijakan luar negeri AS di bawah sorotan tajam, termasuk dari tokoh-tokoh politik di dalam negeri sendiri.

Reporter: Redaksi