Kemendikdasmen Sampaikan Duka atas Wafatnya Murid SD di Ngada, Tegaskan Pentingnya Perlindungan dan Pendampingan Anak

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat/Kemendikdasmen
Penulis: Redaksi
Jumat, 06 Februari 2026 | 00:29:40 WIB

KABARDARING.ID — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya seorang murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, sekaligus pengingat pentingnya perlindungan dan pendampingan menyeluruh bagi anak di lingkungan pendidikan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyampaikan empati kepada keluarga korban, teman-teman, guru, serta seluruh komunitas sekolah yang terdampak atas kejadian tersebut.

“Kami menyampaikan dukacita mendalam dan empati kepada keluarga serta seluruh pihak yang terdampak. Peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama dan harus menjadi perhatian semua pihak,” ujar Atip dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).

Kemendikdasmen menilai peristiwa ini merupakan kejadian serius yang menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan psikososial anak. Kondisi emosional anak, menurutnya, dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, sehingga membutuhkan dukungan berkelanjutan dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

Diketahui, murid tersebut merupakan penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), yang merupakan program bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Kemendikdasmen menegaskan bahwa dukungan terhadap anak tidak cukup hanya melalui bantuan finansial, tetapi juga harus mencakup pendampingan psikologis, perhatian sosial, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Pemerintah juga menyiapkan dukungan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya serta memastikan akses terhadap layanan sosial yang diperlukan.

Kemendikdasmen menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan suportif. Sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat membangun komunikasi terbuka, memperhatikan kondisi emosional anak, serta memastikan setiap anak merasa aman dan dihargai.

Selain itu, Kemendikdasmen mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan menghindari spekulasi yang dapat memperburuk kondisi psikologis keluarga korban.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang. ***

Reporter: Redaksi