IHSG Terjun Bebas di Sesi II, Saham Tambang Jadi Episentrum Tekanan

Seseorang saat menunjuk grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)/Ist
Penulis: Redaksi
Rabu, 14 Januari 2026 | 13:07:38 WIB

KABAR DARING — Pasar saham Indonesia mendadak berubah arah pada perdagangan Senin (12/1/2026). Setelah sempat bergerak stabil di sesi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ambles tajam di sesi kedua.

Sekitar pukul 14.31 WIB, IHSG tercatat melemah lebih dari 1,6 persen dan terperosok ke kisaran 8.790-an. Aksi jual meluas nyaris di seluruh papan, dengan ratusan saham terkoreksi dan hanya sebagian kecil yang mampu bertahan di zona hijau.

Tekanan paling terasa datang dari sektor energi dan tambang, dengan saham Bumi Resources (BUMI) menjadi pusat perhatian. Saham emiten batu bara itu sempat jatuh lebih dari 10 persen sebelum sedikit memantul menjelang penutupan sesi.
Tekanan serupa juga terjadi pada Darma Henwa (DEWA) serta sejumlah saham tambang dan energi lainnya.

Data transaksi menunjukkan arus keluar dana asing dan institusi terfokus pada saham-saham berisiko tinggi. BUMI tercatat menjadi saham dengan net sell terbesar, disusul oleh RAJA, RATU, DEWA, dan PTRO, yang secara kolektif menyedot ratusan miliar rupiah dana keluar dari pasar.

Padahal, IHSG sempat dibuka relatif positif di sesi pertama dan bahkan menguat tipis. Namun, masuknya tekanan jual besar-besaran di paruh kedua perdagangan membuat indeks berbalik arah dan kehilangan pijakan teknikalnya.

Analis pasar menilai pergerakan ini mengindikasikan aksi distribusi dan kekhawatiran investor terhadap level support indeks. Beberapa rumah riset sebelumnya telah mengingatkan bahwa IHSG sedang berada di area rawan koreksi dan berpotensi melemah lebih dalam jika level penopang utama gagal dipertahankan.

Dengan pola perdagangan seperti ini, pasar kini memasuki fase kewaspadaan tinggi, di mana pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor energi akan menjadi penentu arah IHSG dalam beberapa hari ke depan. ***

Reporter: Redaksi