×

Pencarian

Korban Arisan Bodong Yeyen Bertambah! Warga Kepahiang Kehilangan Rp75 Juta, Kini Sulit Tidur

KABARDARING.ID – Dugaan arisan bodong yang dikelola Nike Chahyandarie alias Yeyen kembali memakan korban. Seorang warga Kabupaten Kepahiang berinisial TE (26) mengaku mengalami kerugian hingga Rp75 juta setelah mengikuti program yang disebut sebagai pinjaman arisan.

Tak hanya kehilangan uang pribadi, TE mengaku dana yang disetorkannya juga berasal dari mertua dan saudaranya yang mempercayakan uang tersebut kepadanya. Kini, ia berharap seluruh uang itu dapat kembali.

"Saya tidak meminta apa-apa, hanya ingin modal saya kembali. Di situ ada uang mertua dan saudara yang dititipkan kepada saya," ujar TE, Sabtu (20/6/2026).

TE menceritakan, awalnya ia tergiur mengikuti program tersebut pada 29 April 2026 dengan setoran Rp5 juta. Saat itu, Yeyen menjanjikan pengembalian mencapai Rp17,1 juta pada akhir Juni 2026.

Kepercayaan TE semakin besar karena salah satu anggota keluarganya disebut pernah menerima pencairan dana. Ia pun terus menambah setoran, termasuk Rp10 juta pada 30 April 2026 dan sejumlah dana lain hingga total kerugiannya mencapai Rp75 juta.

Namun, janji pencairan yang seharusnya diterima pada 25 Mei 2026 tak kunjung terealisasi. Saat mencoba menagih, TE justru mengaku mendapat respons yang tidak menyenangkan.

"Dia malah marah dan bilang tidak usah dihubungi terus. Bahkan mengancam tidak akan mengembalikan uang kalau terus didesak," katanya.

TE mengaku seluruh penyetoran dilakukan sebelum kasus dugaan arisan bodong tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Ia baru mengetahui banyak korban lain setelah kasus itu viral.

Akibat persoalan ini, TE mengaku mengalami tekanan psikologis dan sulit tidur. Meski demikian, ia tetap berharap persoalan tersebut bisa diselesaikan dan seluruh uang yang telah disetorkannya dapat kembali.

Sementara itu, Ketua LPK-RI DPD Bengkulu, Aprianto, menyebut hingga saat ini sudah ada 26 korban yang melapor dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp2 miliar. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah karena laporan korban masih terus masuk.

"Kami masih menerima laporan korban hingga 24 Juni nanti," ujar Aprianto. ***