Lina Mukherjee Dibully karena Bekas Luka Caesar, Amanda Manopo Langsung Pasang Badan: Stop Bikin Perempuan Insecure

Amanda Manopo memberi dukungan kepada Lina Mukherjee yang mendapat hujatan dari netizen akibat luka caesar usai melahirkan. (Instagram)
Penulis: Redaksi
Selasa, 30 Juni 2026 | 12:02:24 WIB

KABARDARING.ID – Aktris Amanda Manopo akhirnya angkat bicara setelah Lina Mukherjee menjadi sasaran body shaming akibat memperlihatkan bekas luka operasi caesar usai melahirkan. Amanda menilai komentar bernada merendahkan yang dilontarkan sejumlah netizen sangat disayangkan, terlebih ditujukan kepada perempuan yang baru menjalani proses persalinan.

Melalui unggahan video di akun media sosialnya, Amanda mengajak masyarakat untuk mulai menerima perubahan tubuh perempuan setelah melahirkan. Menurutnya, bekas luka operasi caesar atau C-section merupakan hal yang normal dan tidak seharusnya dijadikan bahan ejekan.

"Please, normalize postpartum scars, especially buat bekas C-section. Mau lo punya duit atau nggak, operasi itu tetep namanya operasi. Perut itu dibelah, dijahit, dan dia ninggalin luka dan itu normal," ujar Amanda, dikutip dari unggahan Instagram Story-nya, Jumat (26/6/2026).

Amanda menegaskan bahwa bekas luka pascapersalinan bukanlah sesuatu yang harus ditutupi atau membuat seorang perempuan merasa malu. Baginya, luka tersebut justru menjadi simbol perjuangan seorang ibu saat melahirkan.

"Menurut gue, bekas luka itu bukan sesuatu yang harus ditutupin atau dibikin malu. Justru itu adalah bukti perjuangan seorang ibu," lanjutnya.

Di akhir videonya, Amanda juga menyampaikan pesan tegas kepada para pelaku body shaming. Ia meminta masyarakat berhenti memberikan komentar yang dapat membuat perempuan kehilangan rasa percaya diri terhadap tubuhnya setelah melahirkan.

"Jadi stop komentar yang bikin perempuan insecure sama tubuh sendiri setelah kelahiran," tegas Amanda.

Pernyataan Amanda Manopo mendapat banyak respons positif dari warganet. Banyak netizen mendukung pesannya dan menilai sikap tersebut mewakili suara banyak perempuan mengenai pentingnya penerimaan tubuh (body positivity) serta penghargaan terhadap perjuangan seorang ibu. ***

Reporter: Redaksi