Jangan Anggap Sepele! Selain Kanker Serviks, Virus HPV Ternyata Bisa Picu 4 Jenis Kanker Mematikan Ini
KABARDARING.ID – Selama ini virus Human Papillomavirus (HPV) lebih dikenal sebagai penyebab utama kanker serviks. Namun, banyak orang belum menyadari bahwa virus yang umumnya menular melalui kontak seksual ini juga dapat memicu sejumlah jenis kanker lain yang tak kalah berbahaya.
Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp Onk, menegaskan bahwa penyakit akibat HPV tidak hanya terbatas pada kanker serviks.
"Penyakit yang berhubungan dengan virus HPV itu tidak hanya kanker serviks," ujarnya.
Menurut Prof. Yudi, sebagian besar infeksi HPV memang dapat dibersihkan oleh sistem kekebalan tubuh. Namun pada sebagian orang, virus dapat bertahan selama bertahun-tahun dan memicu perubahan sel yang berkembang menjadi kanker.
Berikut empat jenis kanker yang juga dapat dipicu oleh infeksi HPV:
1. Kanker Vagina
Gejalanya antara lain perdarahan di luar menstruasi, nyeri panggul, nyeri saat berhubungan intim atau buang air kecil, sembelit, hingga muncul darah pada urine maupun tinja.
2. Kanker Vulva
Ditandai dengan munculnya benjolan atau luka seperti kutil, gatal yang tak kunjung hilang, perdarahan di area genital, nyeri saat disentuh, serta perubahan warna atau penebalan kulit vulva.
3. Kanker Anus
Gejalanya meliputi perdarahan dari anus, benjolan, rasa gatal atau nyeri di sekitar anus, perubahan bentuk tinja, hingga sembelit.
4. Kanker Rongga Mulut
Infeksi HPV juga dapat meningkatkan risiko kanker pada bibir, lidah, langit-langit mulut, amandel, hingga tenggorokan. Waspadai luka di mulut yang tak kunjung sembuh, bercak merah atau putih, serta kesulitan mengunyah, menelan, atau berbicara.
Vaksin HPV Jadi Bentuk Perlindungan
Prof. Yudi menegaskan vaksin HPV tidak hanya membantu mencegah kanker serviks, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang berkaitan dengan virus HPV di bagian tubuh lainnya.
"Kalau divaksin, proteksinya bukan pada mulut rahim saja, tapi bisa pada beberapa tempat yang berhubungan dengan virus," jelasnya.
WHO merekomendasikan vaksin HPV diberikan mulai usia 9 tahun. Anak, remaja, hingga perempuan dewasa yang belum pernah divaksin tetap dapat memperoleh manfaat sesuai jadwal dosis yang dianjurkan.
Para ahli juga mengingatkan bahwa mengenali gejala sejak dini, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan mengikuti vaksinasi HPV merupakan langkah penting untuk menekan risiko kanker akibat infeksi virus ini. ***