KABARDARING.ID – Penyakit yang selama ini identik dengan orang tua ternyata kini semakin banyak ditemukan pada anak muda. Hasil pemeriksaan kesehatan nasional menunjukkan tingginya kasus hipertensi dan obesitas pada usia produktif hingga remaja, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah.

Data pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sepanjang 2026 mengungkap, lebih dari 22 persen anak usia sekolah yang menjalani skrining terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi. Selain itu, satu dari tiga orang dewasa mengalami obesitas sentral, sementara lebih dari separuh lansia didiagnosis menderita hipertensi.

Tak hanya itu, hampir 96 persen orang dewasa yang diperiksa diketahui kurang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang berisiko memicu berbagai penyakit tidak menular.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa hipertensi bukan lagi penyakit yang hanya menyerang kelompok usia lanjut. Berbagai penelitian menyebut pola hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, konsumsi garam berlebih, stres, merokok, hingga obesitas menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan bahwa angka obesitas dan kelebihan berat badan terus meningkat di berbagai negara. Kondisi ini berkaitan erat dengan meningkatnya risiko diabetes, penyakit jantung, hingga stroke.

Pemerintah kini mendorong masyarakat untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi dini. Sebab, banyak penderita hipertensi maupun diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit tersebut hingga muncul komplikasi serius. Diperkirakan sekitar 70 persen penderita diabetes dan sebagian besar penderita hipertensi sebelumnya tidak mengetahui kondisi kesehatannya sebelum mengikuti pemeriksaan.

Para ahli mengingatkan, menjaga pola makan sehat, membatasi konsumsi garam, rutin berolahraga, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mencegah hipertensi sejak usia muda. ***

Reporter: Redaksi